loading...

Minta Syariat Islam Dicabut di Simeulue, Mantan Caleg Gagal Dikecam

Minta Syariat Islam Dicabut di Simeulue, Mantan Caleg Gagal Dikecam
Mengaku sebagai seorang pemerhati pariwisata. Kadri Amin, mantan calon anggota legislatif dari Simeulue yang gagal menjadi wakil rakyat mendorong Syariat Islam dicabut dari Simeulue, serta membangun berbagai tempat hiburan malam di Kabupaten Kepulauan itu.

Alasan Kadri Amin mendorong Syariat Islam di Simeulue dicabut serta dibangun tempat hiburan malam seperti Bar dan Diskotik. Karena ia beranggapan banyak kasus yang melanggar syariat di Simeulue tidak diproses secara hukum.

"Lihat saja kasus video mesum yang diduga Bupati Simeulue, Erli Hasim, toh tidak diproses juga kan? Mana syariat Islamnya? Kan gak ada,” kata Kadri Amin, dikutip dari media online Lintas Media Cyber.com.

Masih menurut Kadri Amin, dengan dibangunnya Bar dan Diskotik di Simeulue, diharapkan dapat menambah penghasilan bagi daerah penghasil lobster ini.

Terkait pernyataannya itu, Kadri Amin mendapat berbagai kecaman. Mulai dari sejumlah organisasi masyarkat (Ormas) hingga Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) serta Dinas Syariat Islam (Dinsyar) Kabupaten Simeulue.

Heriansyah, LC, Ketua MPU Simeulue mengatakan. Isu seperti ini sengaja digoreng, padahal orang yang mengeluarkan isu ini bukan siapa-siapa, tidak memiliki kapasitas apapun dalam hal penegakan syariat Islam di bumi Aceh ini. Sehingga ia tidak pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu.

"Logikanya salah, kalau hukumnya tidak ditegakkan jangan hukumnya yang disalahkan, tetapi penegak hukumlah yang harus diperbaiki. Bukan malah meminta Syariat Islam dihapus," ucap Heriansyah, Senin, 06/01/2020.

Menurutnya, apa yang dikatakan Kandri Amin, dianggap upaya melemahkan Syariat Islam di Aceh, sehingga harus dilawan.

"Aceh ini termasuk suatu daerah yang mendapat keberkahan adanya syariat Islam, jadi kalau ada yang mau melemahkan harus kita lawan," jelas Jelas Heriansyah.

Drs Hasbi, Kepala Dinas Syariat Islam Simeulue mengaku tersinggung dengan pernyataan Kadri Amin. Alasannya, kalau ia ada masalah pribadi silakan selesaikan sendiri dengan yang bersangkutan, jangan dikaitkan dengan seluruh masyarakat Simeulue.

"Syariat Islam ini telah ada sejak lama, dan dibangun dengan perjuangan yang berat, jangan karena dendam pribadi seluruh masyarakat Simeulue dikaitkan dan menjadi korban," papar Hasbi.

Sementara itu, Johan Jallah Ketua Ormas GM2PS mengatakan. Apa yang dikatakan Kadri Amin itu sangat menjijikkan, tidak bermoral dan biadab.

"Masak pulau kita ini dimintanya dibangun Bar dan Diskotik serta Syariat Islam dicabut, untuk mendapatkan pemasukan daerah, itukan biadab dan tidak bermoral," tegas Johan Jallah.

Untuk itu, menurut Johan Jallah. Sejumlah LSM dan Ormas yang ada di Simeulue. Berencana akan melaporkan Kadri Amin ke pihak berwajib guna mempertanggung jawabkan atas pernyataannya yang merugikan masyarakat Simeulue. (modusaceh)

Post a Comment

0 Comments