loading...

Pakar Hukum Pidana: Penyerang Novel Baswedan Juga Bisa Dijerat UU Tipikor, Polisi Dinilai Kurang Tajam

Jihar News, Pakar Hukum Pidana: Penyerang Novel Baswedan Juga Bisa Dijerat UU Tipikor, Polisi Dinilai Kurang Tajam
Pakar Hukum Pidana: Penyerang Novel Baswedan Juga Bisa Dijerat UU Tipikor, Polisi Dinilai Kurang Tajam
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyatakan ada pasal lain yang bisa menjerat tersangka penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan karena mengakibatkan luka berat. Perbuatan itu juga disebut menimbulkan kerugian perdata.

“Perbuatannya merupakan perbuatan yang direncanakan disertai kesengajaan untuk menganiaya dan mengakibatkan luka-luka berat. Perbuatan ini memenuhi unsur pasal 353 ayat (2) KUHP yang ancaman maksimalnya tujuh tahun. Selain itu telah juga menimbulkan kerugian perdata,” kata Fickar saat dihubungi detikcom, Minggu (29/12/2019).

Selain itu, menurut Fickar, kedua tersangka penyerangan bisa dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) karena menyebabkan Novel tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai penyidik KPK. Fickar mengatakan kedua tersangka penyerangan juga bisa dipecat dari kepolisian.

Jihar News, Pakar Hukum Pidana: Penyerang Novel Baswedan Juga Bisa Dijerat UU Tipikor, Polisi Dinilai Kurang Tajam
Pakar Hukum Pidana: Penyerang Novel Baswedan Juga Bisa Dijerat UU Tipikor, Polisi Dinilai Kurang Tajam
“Namun lebih jauh jika perbuatannya sengaja agar NB tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyidik KPK, maka pelaku dapat dijerat berdasarkan pasal 21 UU Tipikor (UU No 31/1999 jo UU No 20/2001) dengan ancaman maksimal 12 tahun,” ujar Fickar.

“Tuduhan KUHP dan/atau (UU) Tipikor, karena pelakunya juga aparat negara, maka dikenakan hukuman tambahan berdasarkan pasal 10 KUHP yaitu dicabut haknya dari keanggotaan kepolisian,” imbuhnya.

Fickar menyebut besar kemungkinan ada pihak lain yang bisa ditetapkan sebagai tersangka karena menurutnya tersangka yang saat ini ditangkap hanya sebagai pelaku lapangan. KUHP, kata Fickar, juga merumuskan pelaku tidak hanya pelaku langsung, tetapi juga orang yang berada di balik kasus tersebut.

“KUHP merumuskan pelaku tidak hanya yang langsung melakukan, tetapi juga pelaku peserta, baik yang menyuruh, menganjurkan atau memberi fasilitas dan kesempatan, serta yang membantu melakukan pun dapat dijerat sebagai tersangka. Tapi semua itu harus berdasar temuan fakta dipemeriksaan, mengingat pelaku tidak mempunyai hubungan hukum apapun dengan Novel Baswedan sebagai korban,” jelas Fickar.

Polisi sebelumnya menyatakan kedua tersangka penyerang Novel dijerat Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Fickar menyebut pasal yang digunakan polisi itu kurang tajam

Ya, kurang tajam,” ucapnya.

Pasal 353 KUHP berbunyi:

(1) Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatka luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sementara, pasal 21 UU Tipikor berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) 

Detik

Post a Comment

0 Comments