Search This Blog

Ini Janji Firli Bahuri Demi Berantas Korupsi Setelah Terpilih Sebagai Ketua KPK

Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua Komite Pemberatasan Korupsi (KPK) melalui kesepakatan dalam musyawarah Komisi III DPR - RI, Jumat (13/9/2019), saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan Firli mengumbar beberapa janji.
Share it:
Jihar News, Ini Janji Firli Bahuri Demi Berantas Korupsi Setelah Terpilih Sebagai Ketua KPK
Firli Bahuri 
JAKARTA, JIHARNEWS.com : Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua Komite Pemberatasan Korupsi (KPK) melalui kesepakatan dalam musyawarah Komisi III DPR - RI, Jumat (13/9/2019), saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan Firli mengumbar beberapa janji.

Saat fit and proper test  Firli menyoroti soal pencegahan korupsi. Selain itu, juga ingin mengawal pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

BACA:


Beberapa hal disampaikan Firli saat fit and proper test di belakang Firli menampilkan layar yang memuat poin-poin yang sedang dijelaskan saat dia menjelaskan visi-misinya.

"Kita ingin dalam rangka melakukan pencegahan kita ingin membangun generasi berkarakter. Kita juga akan bekerja sama dengan anggota Dewan, partai politik," kata Firli dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Firli mengatakan bahwa pihaknya nanti akan fokus kepada pelaksanaan good government, clean governance. Saat menjelaskan menjelaskan strateginya dalam memberantas korupsi, Slide yang berada di belakang Firli berganti sesuai dengan apa yang disampaikan.

pengembalian kerugian negara (asset recovery) juga bagian penting dari agenda pemberantasan korupsi. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan barang sitaan dari perkara korupsi sebagai asset recovery.

"Berarti ada yang harus kita kerjakan agar kita bisa mengembalikan kerugian negara, berupa penyitaan aset dari hasil korupsi dan tentu kita gunakan untuk aset recovery," kata Firli.

Firli menilai penindakan tindak pidana korupsi tidak sekadar menghukum dan memenjarakan orang, tapi juga harus memperhatikan pengembalian kerugian negara.

"Karena sesungguhnya penegakan hukum tujuan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tidak hanya menghukum seseorang, memasukkan orang dalam penjara. Tapi hal yang paling penting bagaimana kita bisa mengurangi kerugian negara, kerugian keuangan negara, kerugian perekonomian negara. Itu hal yang paling penting," ucapnya.

Untuk itu, dia memiliki program untuk memperkuat implementasi dan regulasi. Sebab, ia mengaku prihatin banyak orang ditahan karena OTT tapi belum maksimal dalam mengembalikan kerugian negara.

"Ketiga, memperkuat implementasi, regulasi. Kita banyak orang ketahan OTT, mohon maaf karena OTT banyak sekali, saya sedih sekali. Berarti ada yang harus kita kerjakan agar kita bisa mengembalikan kerugian negara," ucapnya. (mahdi)

Share it:

News

Post A Comment: