Tech News

loading...

Find Us OIn Facebook

Kasus

Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan Ketua Sementara DPRK Aceh Utara

Jihar News, Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan Ketua Sementara DPRK Aceh Utara
Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Menemui Mahasiswa
LHOKSEUMAWE - Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pase (AMP) menggelar unjuk rasa di kantor DPRK Aceh Utara, Selasa (24/9/2019). Dalam aksi tersebut, massa menolak RUU yang tidak prorakyat dan kontroversi.


Massa yang berasal dari Kampus Universitas Malikussaleh (Unimal), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKEs) Bumi Persada dan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Lhokseumawe melakukan  long march dari lapangan hiraq Lhokseumawe.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan orasi secara bergantian.

Mereka yang menyampaikan orasi adalah Koordinator Simpul Unimal Arisky RM, dan masing-masing kampus.


Setelah berorasi, kemudian Ketua DPRK Aceh Utara Sementara Arafat beserta sejumlah anggota dewan lainnya menemui mahasiswa.

"Saya mengapresiasi dan mendukung aksi adik - adik Mahasiswa" Ujar politisi PA itu.

Kemudia Mahasiswa memberikan selembar kertas yang berisi 13 poin berupa petisi, yaitu     Meminta Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) untuk mencabut UU KPK yang baru

Menuntut Pemerintah Jokowi bertanggungjawab atas masalah asap dengan segera memadamkan kebakaran dan menyelematkan korban, beri perawatan gratis pada korban yang sakit serta bangun pusat rehabilitasi dan penanganan korban asap.

Tolak Rancangan KUHP,  Hentikan Kriminalisasi dan bebaskan pejuang demokrasi, Tolak TNI-Polri yang menduduki jabatan sipil,  Hentikan segala bentuk perampasan ruang hidup, Buka akses bagi jurnalis independen untuk meliput di papua, Tolak Rancangan UU pertanahan, Menuntut Pembubaran Badan Rektorasi Gambut, Stop Industri Sawit.

Kemudian bentuk Panitia khusus (Pansus) untuk menuntaskan persoalan pupuk bersubsidi di Aceh Utara dan Lhokseumawe,  Segera Tuntaskan Permasalah irigasi Krueng Pase yang menjadi urat nadi pertanian rakyat dan keresahan tidak cukup suplai air, Stop kriminalisasi petani berinovasi menuju kedaulatan pangan Aceh sebagai lumbung gabah secara nasional.

Mahasiswa memberikan kesempatan kepada DPRK Aceh Utara selama untuk tujuh hari mulai 24 sampai 30 September 2019 untuk menyampaikannya petisi itu ke DPR RI.





Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan Ketua Sementara DPRK Aceh Utara"

Post a Comment