Search This Blog

Mahasiswa Minta Bandara SIM Untuk Gunakan Bahasa Daerah

BANDA ACEH - Dalam upaya menajga kearifan lokal, Komite Mahasiswa Aceh dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) meminta Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk menggunakan Bahasa Daerah di Bandara.
Share it:
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).
BANDA ACEH - Dalam upaya menajga kearifan lokal, Komite Mahasiswa Aceh dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) meminta Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk menggunakan Bahasa Daerah di Bandara.

Hal tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim ke Manager Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) serta ditembuskan kepada Plt Gubernur Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Wali Nanggroe Aceh dan Majelis Adat Aceh.

Sekretaris Jenderal KMPAN, Fadhli Espece, Minggu (03/03/2019) mengatakan bahwa Kepunahan bahasa daerah adalah ancaman yang nyata. Apalagi dengan keberagaman bahasa daerah di Aceh menjadikan hal ini semakin rawan.

"Ini kita minta ditetapkan dulu pada Bandara Sultan Iskandar Muda, kemudian dapat dikembangkan dengan penggunaan bahasa daerah di tempat lain seperti Bahasa Gayo di Bandara Rembele, Bahasa Singkil di Bandara Hamzah Fansuri, Bahasa Simeulue di Bandara Lasikin dan lain sebagainya", katanya.

Dirinya berharap pihak yang berwenang dapat menindaklanjuti agenda ini mengingat beberapa hal yang cukup urgen untuk masa mendatang. Selain itu dukungan dan desakan dari elemen masyarakat sipil lainnya sangat kami harapkan,” tandas Fadhil


Share it:

News

Post A Comment:

0 comments: